Akhirnya, setelah 2 tahun.

11 Agustus 2016.

Tanggal hari ini, 11 Agustus 2016, tepatnya 2 tahun saya kembali mulai menulis. Akhirnya.

Mungkin dibuka dulu dengan ucapan, halo dunia! Saya kembali. *apasih*🙂

2 tahun sudah berlalu ya, dulu ketika terakhir saya menulis masih kelas 2 SMA, sekarang sudah mau masuk tingkat 2 kuliah. Oh iya, saat ini saya terdaftar sebagai salah satu mahasiswa S1 Teknik Informatika di salah satu universitas di Bandung, yaitu Telkom University! Meskipun tidak sesuai cita-cita awal, disyukuri aja. Percaya aja yang diatas tahu yang terbaik buat saya.😀

Cukup sekian mungkin, sebagai pembuka atas mulai lagi menulis di blog ini, sekaligus bersih-bersih lagi debu yang di blog ini.

Au revoir! Sayonara!🙂

Mengeksekusi file .in menjadi .out di Windows

Google Code Jam 2014 tinggal kurang dari sebulan lagi nih! hehe. Buat saya yang masih SMA ini, GCJ cuma buat ajang iseng-iseng (juara pun paling mentok-mentok dapet kaos, gabisa keluar karena 18 tahun kebawah😦 ). Sistem perlombaan GCJ emang berbeda dengan kontes pemrograman lainnya semacam ITBPC/Compfest/OSN/lainnya karena kita gak cuma disuruh mengupload source code, tapi juga disuruh untuk mengupload hasil output dari tc yang dikemas dalam file .out. Gak mungkin kalo kita copas satu-satu hasil outputnya ke notepad baru habis itu disave, sementara waktu ngumpulin dari pas download testcase cuma 6 menit.

Nah, bagaimana cara membuatnya? Disini saya menjelaskan step untuk C++ ya, untuk bahasa lain gak beda jauh kok.

1. Coding apapun, bebas. Kalo saya coba coding seperti ini :

#include <cstdio>
using namespace std;
int main() {
    char a[255];
    scanf("%[^\n]s",&a);
    printf("%s\n",a);
    }

Save dengan nama file hello.cpp dan compile. Maka akan muncul file hello.exe yang akan kita gunakan untuk menjalankan program.

2. Tempatkan file .in yang sudah dibuat sebelumnya ke folder yang sama dengan program yang kita buat. Jika belum, buka notepad, ketikkan masukan yang diinginkan, lalu save dengan ekstensi .in .

3. Buka Command Prompt di Start->All Programs->Accesories->Command Prompt. Atau shortcutnya coba aja buka Run terus ketik cmd.

4. Arahkan lokasi cmd ke lokasi program kita.

5. Setelah itu, ketikkan hello.exe < input.in > output.out

6. Selesai, akan muncul output.out sebagai hasil output dari program yang kita jalankan.

cmd

~~~

Sekian dari tulisan ini, oh iya lomba lain yang menggunakan sistem seperti ini yaitu Facebook Hacker Cup dan Internet Problem Solving Contest.

Sekian terimakasih, semoga bermanfaat😀

Kisah Benda Bundar #1

Kulihat orang berlalu lalang dengan sibuknya. Pedagang, anak sekolah, orang kantoran, dan lainnya. Aku hanya terdiam disini. Aku memang tidak bisa berjalan. Tapi dari sini aku bisa melihat jelas di depanku pemandangan kolong Jembatan Pasupati ini. Sebagian besar lainnya lebih memilih mengendarai kendaraan bermotor, brum brum. Derung kendaraan bermotor yang cukup berisik membuatku muak.

“Aa, kasian a. Minta uangnya buat makan a, punten”

Lagi-lagi suara majikanku yang kesekian kalinya di pagi ini. Aku benci dengan kata-kata itu. Kenapa aku diambil oleh orang semacam itu? Sudah rambutnya bau sekali karena lama tidak keramas, jadi semakin mual aku.

Kemarin malam majikanku yang terdahulu membawaku jalan-jalan di kawasan ini, aku pikir ini akan menjadi hari yang menyenangkan buatku. Ternyata tidak, sialnya angin kencang hadir di malam itu dan menarikku untuk terbang dan terjatuh di tempat sampah samping majikanku saat ini tertidur.

Sial, aku berpindah majikan dengan tingkat yang sangat jauh. Aku yang dulu wangi saat ini menjadi bau dan kumal.

Pagi berlalu menjadi siang. Aku melihat ke bawah, uang yang berada di kantong plastik majikanku sudah hampir penuh. Ia tersenyum senang, dan berjalan menuju tempat makan. Sesampainya di rumah makan kecil dekat Dipatiukur, ia duduk mengangkang sambil berteriak, “A, Djarum sabungkus jeung Kopi Tubruk nya!”

Sudah mengemis, ternyata rokok dan kopi yang dibeli, huh.

5 batang rokok dan segelas kopi tubruk habis olehnya, lalu ia tertidur. Tiba-tiba datang anjing dan kucing berkelahi di dalam tempat makan. Suasana menjadi gaduh saat itu, tetapi majikanku tetap saja tertidur pulas.

Aku tiba-tiba dibawa oleh si kucing dengan gigitannya, entah kemana.

Mau dibawah kemana aku sekarang?

FiveLive Expo: ENVERON! 24-Feb-2014

Bg93j1hCQAEg1iH

SMAN 5 Bandung kembali hadir nih dengan acara besarnya (Five Live), tahun ini namanya FIVE LIVE ENVERON!

Tema kali ini yaitu Lingkungan, namanya juga Enveron, yang merupakan kependekan dari Environment,hehe.

Nah, pra event 1 nya sebentar lagi nih, yaitu tanggal 24 Februari atau senin depan. Pra eventnya berupa Expo yang nampilin karya-karya ilmiah dari masing-masing kelas dari kelas 10 dan 11 ditambah karya dari KIR dan Five Cyber Community. Selain itu bakal ada seminar-seminar dari beberapa aktivis lingkungan hidup termasuk juga Bapak Walikota Bandung (Ridwan Kamil) akan datang untuk mengisi acara ini.

Selain itu juga ada performa dari Vocal Group 5, Angklung 5, Lingkup Seni Sunda (LISES) 5, Gitar 5.

Rame pokoknya, dan yang terpenting ini GRATIS TIS TIS.

Ayo buat pembaca yang tinggal di Bandung atau dari luar kota Bandung buat datang di acara ini, dijamin seru!😀

Untuk info lebih lanjut, bisa follow twitter @FLENVERON

Kadang kita harus mengingat masa lalu

Selama kita masih bersekolah, biasanya kita hidup tidak jauh dari orangtua. Tentunya sudah lama kita hidup di dekat orangtua. Gua sendiri, sudah 17 tahun hidup dekat orangtua. Bagaimana dengan kalian?

Orangtua bermacam-macam tipenya. Ada yang baik dan sangat terbuka kepada anaknya, tetapi ada pula yang pendiam dan agak tertutup terhadap anak-anaknya.

Kemarin kebetulan gua baru namatin serial anime Clannad yang After Story, dan ada satu episode dimana membuat gua merenung cukup lama. Bahkan sedikit air mata gua keluar, serius.

CLANNAD-clannad-13735085-1280-720

Jadi ketika itu, Okazaki sedang menemani anaknya, Ushio, berjalan-jalan ke luar kota. Ketika di kebun bunga matahari, ia bertemu dengan neneknya. Setelah saling sapa dan saling senyum hangat, neneknya berkata, “Aku jadi ingat ketika kamu kecil dulu, ayahmu suka membawamu bermain kesini.”

Padahal dalam cerita sebelumnya bahwa hubungan Okazaki dengan ayahnya sangatlah buruk. Ayahnya hanya suka menghabiskan waktunya dengan mabuk-mabukan, makan snack, dan mendengar siaran radio pacuan kuda. Hingga akhirnya Okazaki memutuskan untuk tinggal berpisah dengan ayahnya. Ia kadang tinggal di kostannya Sunohara, atau tinggal di rumah pacarnya Nagisa. Sejak saat itu ia selalu menganggap ayahnya tidak berguna, pemalas, tukang judi, pokoknya semua yang buruk dilontarkan kepadanya.

Kadangkala kita suka kesal ke orangtua kita, baik ayah atau ibu. Itu wajar karena keegoisan kita. Tapi coba kalian ingat masa-masa kecil kalian ketika kalian masih dimanja oleh orangtua seperti ditimang saat kita menangis, digendong keluar rumah, dibawa jalan-jalan ke taman bermain, dan hal menyenangkan lainnya. Semakin kita besar, semakin jarang kita punya waktu untuk keluarga. Apalagi untuk anak SMA yang bisa pulang sampai larut malam kalau ngurus acara.  Dari situlah keegoisan kita terhadap orangtua mulai terbentuk.

Yuk yang lagi marahan sama orangtua coba kita ingat perhatian orangtua ke kita saat kecil dulu, dan mulai dari sekarang meminta maaf ke mereka🙂

About CSPC Dinamik9

Tanggal 14 Februari kemarin sebagian orang ada yang merayakan Valentine, dan turut berduka cita juga terhadap korban-korban Gunung Kelud😦 (btw Bandung kena juga abu vulkanik dari Gunung Kelud,ckck). Tetapi tanggal 14 Februari kemarin juga saya sedang asik ria.. dengan soal-soal programming di UPI. Ya alhamdulillah ini final kedua yang saya ikuti setelah Compfest 2013 kemarin yang berakhir dengan hasil yang suram. Tapi di final ini saya memberikan hasil yang memuaskan (skor saya sama dengan juara 2 sampai kebawahnya, hanya beda waktu pengumpulan *sigh)

Penyisihan

Saya mulai dari sewaktu penyisihan ya. Penyisihan berlangsung pada tanggal 9 Februari, sehari setelah KPXII Unpar. Btw soal KP Unpar itu susah banget -_- . Saya cuma accepted 1 soal dan itupun accepted setelah 8 kali submit. Tapi alhamdulillah ini perkembangan yang cukup baik setelah sebelum-sebelumnya saya suka nyampah di kontes dengan tidak accepted soal apapun🙂.

KP Unpar berlangsung onsite, tetapi tidak demikian dengan Penyisihan CSPC UPI. Penyisihannya berlangsung secara online. Penyisihan saya lakukan di warnet, haha. Lho kok warnet? Karena koneksi warnet terjamin kestabilannya, sedangkan modem flash saya kadang suka gak dapet sinyal, bete kan kalo tiba-tiba terputus pas tengah-tengah kontes -_-

Jam 12 selesai sholat dzuhur, saya langsung bergegas ke warnet. Di kantong sudah ada flashdisk yang diisi dengan installer Devcpp. Sengaja saya datang lebih awal sejam supaya ada waktu untuk menyiapkan IDE dan Compiler yang dibutuhkan. Selesai install dan test coding ‘Hello World’, saya isi waktu dengan buka socmed, haha. Serius, ini untuk membiasakan jari dengan keyboard yang berada di warnet.

Jam 1, kontes dimulai. Soal langsung saya buka, berikut beberapa soal yang saya sentuh.

Soal pertama : Sasuka

Soal ini intinya cari kata-kata yang bertumpukan. Setelah ketemu lalu ditulis kata setelah ditumpukan itu dan dihitung skornya. Rumus skornya yaitu jumlah kata yang ditumpuk dikalikan 10. Langsung kepikiran solusinya dan coding. Verdict pertama = Wrong Answer. Saya cek bug-bug yang ada, setelah 4 kali verdict tetap WA. Setelah itu baru nyadar kalau huruf yang bertumpukan gak cuma satu, bisa lebih. Langsung saya coding sampai kemungkinan huruf yang bertumpuk sebanyak 5, lalu saya submit, dan accepted. Accepted di menit 49, first solver!😀

Soal kedua : Lightoff

Soal ini sebenarnya saya kerjakan gara-gara ngelihat peserta lain accepted soal ini, langsung saya lihat soal ini. Penjelasannya lumayan panjang, tapi inti soalnya sebenarnya sangat simpel. Jika titik a dan titik diatas a, titik dibawah a,titik dikiri a, titik dikanan a hidup, maka matikan. Begitu juga sebaliknya. Langsung kepikiran ini flood fill. Coding solusinya, dan accepted langsung di submit pertama, 70 menit.

Soal ketiga: Bapatik

Setelah accepted Lightoff, saya lihat scoreboard. Ternyata belum ada yang accepted soal Sasuka ._., termasuk yang peringkat 1. Saya lihat soal lain yang belum disentuh peserta lain, yaitu Bapatik. Intinya mencari titik koordinat yang belum lengkap. Opsi bangunannya berupa persegi, persegi panjang, dan jajar genjang. Untuk persegi dan persegi panjang langsung dapat solusinya, intinya mencari nilai yang sama dari a,b,dan c. Jika dapat, lalu cari selisih dari variabel yang tersisa tadi. Tapi masalahnya jika bangunnya berupa jajar genjang. Coba solusi-solusinya, tapi tetap WA.

10 menit sebelum kontes berakhir saya lihat scoreboard, saya berada di peringkat 8. Saya pede bisa masuk final. Dan benarlah, setelah kontes dinyatakan berakhir saya tetap berada di peringkat 8, alhamdulillah masuk final🙂

imba

Final

Final berlangsung pada tanggal 14, seperti yang saya jelaskan di awal post. Dari Bandung ada 3 orang (untung ada temen). Final berlangsung pas hari sekolah,haha. Untungnya sekolah sudah memberi keringanan dispensasi sehingga saya bisa mengikuti final dengan tenang. Saya berangkat ke UPI jam 6 pagi, barengan sama Faisal dari SMAN 2 yang lolos final (juga). Suci – Setiabudhi (lokasi kontes) suka macet kalo pagi begini, makanya saya berangkatnya pagi-pagi. Kita sampai di UPI jam 7.

Kita parkir motor di FPMIPA C, lalu ke FPMIPA A. Kita masuk ke kantinnya dan makan sebentar disitu. Lalu ke Gedung Ahmad Sanusi yang jadi tempat pembagian sertifikat dan hadiah, disana kita ketemu Gianfranco. Lalu kita kembali lagi ke FPMIPA C yang dijadikan lokasi kontes. Sesampai sana jam sudah menunjukkan pukul 8, ada 1 orang disitu. M.Habib, termasuk 5 besar saat kontes. Masih tenang, ada peluang menang. Lalu datang Turfa Auliarahman, termasuk 5 besar juga.  Masih tenang saat itu. Tapi, ketenangan itu berakhir setelah seorang perempuan berkacamata datang,  aargh tidak! Dialah yang menduduki peringkat pertama penyisihan kemarin, Stacia Edina.

Jam setengah 9 peserta dipersilahkan ke lab tempat kontes berlangsung. Asiknya disini peserta bebas milih komputer sendiri,haha. Langsung aja saya ambil yang paling depan. Ternyata keyboardnya aneh, tombol shiftnya gak panjang dan letak backspacenya juga aneh. Akhirnya saya pindah ke komputer belakang yang keyboardnya enak. Kontes dimulai jam 9, saya mengisi waktu jeda untuk tes coding di Devcpp dan buka-buka forum Topcoder.

Jam 9 kontes dimulai. Saya buka soal pertama, Kocoblak. Soalnya panjang dan polanya agak rumit, saya skip. Lanjut ke soal kedua, KJSK. Soal Graph keluar! Saya masih belum bisa implementasinya, lanjut ke soal ketiga, yaitu dnapucs.

Kalau dilihat, ini semacam stack. Karena saya gak hafal perintah di STL <stack>, coba saya otak-atik polanya. Intinya jika DNA berupa abcde, jika perintah 3 kanan maka DNA diputar ke kanan sebanyak 3 kali, dan jika perintah 3 kiri maka diputar ke kiri sebanyak 3 kali juga. Saya corat-coret dan nemu polanya. Jika ke kanan maka caranya tukar huruf pertama dengan terakhir, huruf kedua dengan terakhir, dan seterusnya hingga huruf terakhir-1 dengan huruf terakhir. Sedangkan untuk ke kiri caranya tukar huruf pertama dengan kedua, huruf kedua dengan ketiga, dan seterusnya hingga huruf terakhir-1 dengan huruf terakhir.

Saya submit di menit ke 66, dan saya melakukan suatu kesalahan yang sangat ceroboh. Saya lupa mensetting compiler ke C++, maka berakhir dengan Compile Error. Submit kedua baru Accepted. Andai saja hal itu tidak terjadi, maka saya sukses berada di peringkat 6 -_-.

Saya cek scoreboard, hampir semua peserta baru AC di soal dnucps tadi. Masih ada peluang untuk juara! Maka saya coba ngerjain soal Kocoblak. Pusingnya itu misahin stringnya, dan saya gagal terus ngubah string ke integer jika n>10, padahal saya tahu pola soalnya. Saya coba atoi(), gagal juga. Akhirnya saya nekat pindah ke KJSK yang saya tidak tahu implementasinya. Ngerti juga polanya, tapi saya belum bisa graph. Akhirnya sisa waktu dipakai buat cari cara ngubah string ke integer. Kadang-kadang saya juga lihat kontestan depan saya, Stacia. Dia ngerjain KJSK, dewa. Saya lihat aja dia pas submit jawaban dan suka dagdigdug kalo AC >.<.

Scoreboard difreeze di menit 10 sebelum kontes berakhir, dan sebelum 10 menit ternyata Rakha Kanz AC yang Kocoblak O_O. Sampai kontes berakhir pun saya masih belum menemukan caranya.

Selesai kontes saya tanya ke Aldi Fahrezi, ternyata caranya diubah satu-satu dan dimasukkan ke array integer. Aargh kesalahan bodoh satu lagi, padahal kalo saya AC Kocoblak bisa dapat juara 2. Kontes berakhir dengan juara 7🙂

received_m_mid_1392422521050_a5da272822bb39e356_0

Cukup bangga dengan performa pas final, seenggaknya AC 1 soal. Semoga bisa ngasih yang terbaik di final selanjutnya🙂

Terlalu realistis, melupakan mimpi

Percakapan ketika kecil,

“Nak, kamu kalau sudah besar mau jadi apa?”

“Mau jadi dokter, bu!”

Percakapan saat menjelang kuliah,

“Kamu mau kuliah dimana, nak?”

“Ambil sastra aja kayaknya. Aku mau kedokteran, cuma passing gradenya tinggi.”

Ketika mengingat kembali masa-masa kecil kita, rasanya keren ya bisa ngomong cita-cita pas gedenya tanpa ada beban. Lu bebas mau ngomong apapun cita-cita lu, karena kepolosan masa kecil dulu. Semakin kesana dan kesana, dari TK ke SD, SD ke SMP, SMP ke SMA, dan menjelang lulus SMA mendadak ambisi itu mulai luntur dengan berbagai pemikiran yang memberatkan.

“Passing gradenya tinggi..”

“Rangking gua di kelas gak tinggi-tinggi amet bro”

Dua alasan itu yang umumnya dikeluarkan oleh kita yang sempat merasa tidak pede saat memilih jurusan.

Tadi sewaktu di perjalanan ke Bekasi, terdengar ucapan yang lumayan membuat gua berpikir, yaitu : “Dulu anak diterima di ITB itu bisa dibilang prestasi. Tapi sekarang anak diterima di ITB tuh biasa karena jalurnya banyak”.

Kesimpulan : Banyak jalan menuju Roma bro!

Meskipun gua masih kelas 11, gua udah mulai bikin planning jurusan dari sekarang. Menurut gua, kuliah dimanapun jadi asalkan jurusannya sesuai dengan minat kita. Banyak orang yang masih memiliki mindset, “Kuliah jurusan apa aja yang penting disitu tempatnya”.  Mari kita ubah mindset kita. Mau swasta atau negeri, mau UI atau ITB, mau Binus atau Telkom, pilih yang jurusannya lu minati, bukan tempatnya yang keren atau terpamor se-Indonesia.

“Bro, gua mau masuk FK UI/STEI ITB, tapi nilai rapot gua kecil dan rangking gua rendah banget di kelas. Gua harus gimana?”

Jalur masuk gak cuma SNMPTN kan? Masih ada SBMPTN. Dan untuk UI pun ada jalur SIMAK juga. Bahkan kalo lu berprestasi di kejuaraan nasional/internasional semacam OSN atau Ipho, bisa jadi poin lebih buat diterima disana.

Ayo kawan, semangat buat terus mengejar mimpi kita!😀