Bernaridho I Hutabarat – Rumitnya Melahirkan Bahasa Program Batak

Meskipun pengembangan Bahasa Program Batak sendiri sudah lama,tepatnya sejak tahun 2007,saya ingin kembali mengulasnya untuk bahan referensi pembaca sekalian.
Saya ambil tulisan ini dari website silaban.net,silahkan dibaca dan dimaknai🙂

===================================================

Rumitnya Melahirkan Bahasa Batak 

Bernaridho I Hutabarat

“Batak” akan menjadi satu bahasa pemrograman asli Indonesia di tengah ribuan bahasa pemrograman yang ada di dunia. Akan tetapi pengembangannya menemui banyak kendala.

Bahasa pemrograman adalah bahasa buatan manusia yang ditujukan untuk memberi instruksi kepada komputer. Bahasa pemrograman memungkinkan manusia membuat baris-baris program yang bisa dimengerti komputer, sehingga mengeluarkan output seperti yang diinginkan.

Bahasa Batak adalah buah kreativitas Bernaridho I Hutabarat (Ridho). Pria kelahiran Medan, 39 tahun lalu ini menceritakan pengalamannya mengembangkan bahasa yang harapannya bisa mempermudah proses belajar pemrograman.

“Batak lebih mudah dipelajari daripada C++, C#, dan Java. Batak memudahkan pemahaman modul dan pemrograman moduler, hal yang sangat sulit dipahami dari C++, C#, Java, JavaScript, XML, HTML, dan banyak bahasa pemrograman lain,” tutur Ridho.

Dalam proses pengerjaannya, Ridho mengaku banyak menemui kesulitan teknis yang disebabkan minimnya ilmu yang diajarkan dalam membuat bahasa pemrograman. “Tidak pernah ada pelajaran membuat bahasa pemrograman. Ilmunya sulit untuk dipelajari secara otodidak, saya beli buku yang katanya paling bagus sekalipun tetap tidak membantu. Penjelasannya terlalu general,” keluhnya.

Belum 100% Rampung

Bahasa Batak pun digarap dengan segala keterbatasan yang ada, baik dari segi tenaga, pikiran dan dana. Ridho mengaku mengembangkan bahasa tersebut sendirian, tanpa bantuan tim. “Dulu pernah ada yang mau bantu mengembangkan, tapi orangnya mundur karena bilang tidak bisa,” ceritanya. Alhasil, bahasa Batak kini tidak bisa dikatakan rampung 100 persen.

“Saya sudah melewati proses deskripsi sintaks (perintah-red), dan sekarang ini baru sebatas parser, translatornya belum seluruhnya rampung,” ujar Ridho.

Batak sebagai bahasa pemrograman yang utuh sudah rampung sejak tahun 2001. Tapi dalam tahapan ini, Batak baru bisa disebut sebagai parser yang fungsinya hanya sebatas menentukan apakah sintaks yang diinputkan benar atau salah. Namun Batak belum memiliki translator utuh, sehingga belum bisa menterjemahkan sintaks menjadi output yang diinginkan.

Ridho sendiri baru mengerjakan translatornya pada tahun 2005, tapi banyak ditinggalkan karena banyak menemui kesulitan. “Membuat translator ternyata jauh lebih sulit dari membuat bahasa pemrograman. Membuat translator itu seperti membuat mesin yang pada gilirannya untuk membuat mesin lagi,” ujarnya.

Baru pada 1 April 2007, Batak memiliki translator meski masih dalam skala kecil. “Bisa dibilang ini (translator-red) baru lima persen,” tutur Ridho.

Ridho bercerita pernah mencoba menyerahkan pembuatan translator ke pihak peneliti di AS. “Tapi biayanya mahal sekali berkisar US$10.000 – US$ 30.000 tergantung tipe translator yang diinginkan, apakah mau yang sederhana atau sampai yang mendukung GUI (Graphical User Interface-red). Saya tidak punya uang sebanyak itu,” paparnya.

Ke depannya, Ridho ingin mewujudkan rencana sosialisasi bahasa buatannya, dan mewujudkan beberapa fasilitas pemrograman tambahan ke bahasa Batak, seperti penanganan aritmatika yang kompleks, operasi floating point, dan pemrograman moduler.

Saat ini, bahasa Batak bisa dijalankan di bawah sistem operasi DOS. Ridho juga ingin membuat translator Batak di Linux.

Sumber : (Ni Ketut Susrini – nks/nks, Foto by wsh/inet) Detikinet

4 thoughts on “Bernaridho I Hutabarat – Rumitnya Melahirkan Bahasa Program Batak

  1. Thanks sudah memuat ini. Code-translator bahasa pemrograman NUSA (nama baru dari Batak) sudah lebih maju daripada tahun 2008. Floating-point, record-processing, arithmetic record-operations, polytype-operations, serta derived-typing sudah tersedia. VOTO NUSA (programming tool untuk bahasa pemrograman NUSA) dapat di-run on top of RedHat, Ubuntu, dan SuSE.

    • Sama sama pak ! Gak nyangka saya bakal dibales langsung sama pak ridho,hehe🙂

      Nusa itu Nama Baru dari Batak ya ? Saya kira Nusa itu ada perkembangannya sendiri,beda dengan Batak..
      Mmm,berita bagus nih pak,padahal pengembangan code translator itu perlu makan biaya besar pak.Salut pak ! Terus berjuang !😀
      Semoga bahasa Nusa bisa bersaing di antara bahasa bahasa program di dunia.Bahkan bisa bersaing dengan C++ (Amin)🙂

  2. pak ada gk ya tutorial bahasa indonesia yg ngejelasin konsep dasar pemrogaman sepert operator assignment, bitwise, shift, modul, fungsi, dll, sepertinya kalo bahasa inggris sangat sangat sulit untuk dimengerti, kalo ada tolong ya !beritahu saya ke dosskull@gmail.com, saya lulusan SMK t ingin jd programer kelas berat tp susah nemu jalannya.karena tutorial yg ada gk bersifat spesifik. terima kasih

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s