Cerpen ‘Mulutmu,Harimaumu’

Kemarin,waktu pelajaran bahasa Indonesia di kelas saya,kebetulan materinya tentang membuat cerpen dari pengalaman pribadi.Langsung terbayang konsep di kepala saya,dan akhirnya hanya setengah jam,terciptalah sebuah hasil cerpen karya saya,dari pengalaman pribadi.

Enjoy it!😉

~~~

Mulutmu,Harimaumu

(Oleh Muhammad Satrio Wicaksono)

Pagi itu,Susanto berjalan dengan riang gembira menuju sekolahnya.Susanto,seorang siswa yang pintar di kelasnya.Teman-temannya banyak yang mengikuti tren jaman sekarang,yaitu ‘berpacaran’,tetapi Susanto dengan tenangnya tidak mengikuti tren tersebut,karena baginya,dia bersekolah untuk belajar,bukan pacaran.

Susanto berjalan,menaiki tangga,menuju kelasnya yang terletak di lantai atas.Tiba-tiba di depan kelas,dia melihat Chaca,berangkul mesra dengan Calvin.Chacha menoleh kearah Susanto,dan menyindir.

“Eh kamu sendirian saja.Mana pacarmu ? Kasihan sekali kamu,tidak laku,haha”

Susanto tersenyum,dan dalam hatinya,terasa panas.Tetapi,dia menjawab.

“Jangan kamu berkata begitu,nanti jika kau putus dengan dia,tahu rasa kau !”

Lalu Susanto dengan tenangnya memasuki kelas,membaca sedikit rangkuman yang ia tulis kemarin di rumah.

Jam demi jam berlalu,tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 siang.Saatnya pulang sekolah.Saat Susanto memasukkan bukunya ke dalam tas,tiba-tiba seseorang memanggilnya.

“Susanto,aku mau berbicara sesuatu denganmu,bolehkah ?”

“Bicara apa ca ? Boleh-boleh saja,silahkan!” jawab Susanto.

“Aku putus dengan Calvin waktu istirahat tadi” kata Chacha.

“Kenapa ? Kok bisa ?” tanya Susanto.

“Aku kesal,karena dia akrab sekali dengan seorang perempuan di kelasnya” jawab Chaca.

“Ca,kalau hanya soal itu,kamu jangan gegabah memututskannya.Karena mungkin itu hanya salah paham” kata Susanto.

“Benar juga,tapi jujur,aku menyesal gara-gara tadi” kata Chaca.

“Menyesal kenapa ?” tanya Susanto.

“Waktu aku mengejekmu tadi,dan kau menjawabnya dengan sumpah serapah bahwa aku akan putus dengannya.Dan itu terjadi,jujur aku menyesal” jawab Chaca.

“Maaf soal perkataanku tadi.Tapi lain kali jangan seenaknya saja mengejek orang lain.Ingat,mulutmu harimaumu” kata Susanto.

“Baiklah,terimakasih ya untuk nasihatnya,aku pulang dulu” kata Chaca.

“Oke,hati-hati ya!” kata Susanto.

Akhirnya Susanto berjalan kaki menuju rumahnya,setibanya di rumah,Susanto beristirahat,melepas lelah.

Malam harinya,saat Susanto sedang belajar,masuk SMS dari handphonenya.

‘Aku balikan lagi sama Calvin malam ini.Ternyata hanya salah paham,makasih ya perhatiannya – From Chaca’

Susanto tersenyum,hari yang indah.Karena dia telah menolong orang lain.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s