“Kebohongan Adi”

“Adi,main yuuukk !!”
“Bentar,aku ganti baju dulu !!”
Ical menunggu di luar rumah Adi dengan perasaan tak sabar.Hari ini adalah hari awal Bulan Ramadhan dan mereka libur sekolah.Seperti biasa,di awal masuk Bulan Ramadhan semua sekolah umumnya libur,hal yang sangat disenangi oleh Adi dan Ical.
Ibunda Adi tampak keheranan melihat putra tunggalnya berteriak-teriak heboh,seolah-olah anaknya baru mendapat hadiah undian kuis sahur.
“Ada apa anak ibu ini ? Teriak teriak sendiri..”
“Bu,aku main keluar dulu ya ! Di luar ada Ical. ”
“Sudah makan ?”
“Ah ibu menggoda saja,sudah tahu aku sedang puasa.”
“Hmm baiklah,anak ibu memang pintar.Sudah sana,jangan pulang sore-sore !”
Di luar,Ical tersenyum melihat Adi keluar rumah dengan keadaan segar bugar.
“Cal,aku udah nih,ayo main keluar !!”
“Ayo !”
Lalu mereka berdua berlari-lari dengan riang menuju lapangan di perumahan mereka.Ical membawa bola kesukaannya,sembari menuju lapangan mereka saling beroper-operan bola.Pagi hari memang waktu yang enak untuk bermain,terutama di awal Bulan Ramadhan ini.
Setiba di lapangan,banyak anak-anak lain yang sedang berkumpul.Ada yang bersenda gurau,membuka handphone,dan ada juga yang bermain petasan.Melihat Ical dan Adi datang,mereka bersorak gembira.
“Hei Cal,Di ! Kemana saja kau ? Kami tunggu daritadi” kata Koes.
“Aku nungguin Adi daritadi.Kerbau dia,selesai sholat shubuh langsung tidur,aku samper aja ke rumahnya,eh bener” jawab Ical.
“Woooo !” sorak anak anak lain.
“Eh sudah sudah ! Lebih baik kita main bola,Ical bawa nih” kata Adi.
“Boleh ! Ayo semua suit !” kata Edi.
Lalu anak-anak bermain sepakbola.Hingga akhirnya tak terasa jam menunjukkan pukul 8 pagi.Semua kelelahan.
“Eh,aku udahan ya ! Cal,mau pulang bareng gak ?” kata Adi.
“Yaudah deh,aku juga capek nih ! Teman-teman,kita duluan ya !” kata Ical.
Adi dan Ical pun berjalan pulang.Dengan langkah sempoyongan mereka berjalan.Pagi itu matahari memang bersinar sangat terik,panas sekali.Ramalan cuaca televisi kemarin yang memprediksikan Jakarta akan beriklim sejuk,ternyata salah besar.Cuaca yang terik,ditambah kelelahan setelah bermain,tiba-tiba Adi berkata.
“Eh,aku haus nih,kita ke warung Mak Cik yuk !”
“Ayo ! Aku juga haus daritadi !” jawab Ical tanpa sadar bahwa mereka sedang berpuasa.
Berjalanlah mereka berdua ke warung Mak Cik.
“Mak Cik ! Beli air putih botol dua ya !” kata Adi.
“Ini air mineralnya bujang !” kata Mak Cik sambil menyodorkan 2 botol air mineral dengan wajah keheranan.
Di jalan,sambil memegang botol yang belum dibuka.
“Eh,aku masih heran sama Mak Cik,raut mukanya seperti heran ke kita” kata Adi.
“Ah sudahlah,kita minum saja air ini !” kata Ical sambil membuka botol lalu meminumnya.
“Baiklah,aku minum” kata Adi,membuka botol dan meminumnya juga.
Setiba di rumah,Adi langsung merebahkan dirinya di sofa.Ibu menghampirinya dan berkata,
“Adi,bagaimana puasanya ? Masih kuat ?”
Sontak Adi kaget.
“Allahuakbar ! Pantas saja Mak Cik menatapku dengan heran tadi !” gumam Adi.
“Alhamdulillah bu,aku masih kuat dong,anak ibu gitu !” jawab Adi berbohong.
Siang hari,Adi masih merasa bersalah Siang hari ia lalui dengan berdiam diri di dalam kamar.Dan sore hari,adzan Maghrib pun tiba.
“ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR !!”
“Alhamdulillah sudah buka,anak ibu hebat !” kata Ibu sambil mengeluas ngelus rambut Adi.
“Bu,sebenarnya aku tidak hebat.” kata Adi.
“Lho kenapa kamu berkata seperti itu ?”
“Tadi waktu pagi,aku sudah batal karena tidak sengaja meminum air putih setelah bermain,dan aku sudah berbohong kepada ibu,aku tidak hebat bu.” kata Adi.
Ibu tertegun,lalu tersenyum sambil mengelus kepala Adi.
“Adi,jika seseorang makan atau minum dengan tidak sengaja,tidak akan batal puasanya dan akan menjadi rezeki karena ketidak sengajaannya itu Di,jangan khawatir.Dan kamu jangan sekalipun berbohong ke Ibu.Beranilah berkata jujur,ibu lebih senang kamu salah tetapi jujur daripada benar tapi berbohong.”
“Benarkah itu bu ? Maafkan aku bu”
“Ya sudahlah,sekarang kamu makan dulu es buah ini” kata Ibu sambil tersenyum.
“Oke,makasih bu !” kata Adi sambil menikmati es buah ibunya yang lezat.
“Adiiiiiii,sholat yuuuk !” kata teman teman dari luar.
“Ya sudah bu,aku sholat dulu ya !”
“Ya sudah sana,ingat,jangan takut untuk jujur ! Ksatria hebat pun pasti banyak salah”
“Siap bu !”
Adi berlari keluar rumah,dengan senyum dan semangat baru.

-selesai

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s