Seleksi Olimpiade Wilayah : Fail :)

Udah lama ga nulis di blog ini, mohon maaf karena selain sibuk buat ngurus expo kemarin (gatau sukses apa enggak.haha), saya juga sibuk sama pelajaran dan sedikit waktu saya untuk latihan olim. Tapi karena dari bulan-bulan yang lalu saya sudah menyisihkan sedikit waktu saya buat latihan soal OSK (makanya sekarang saya lebih gila,mainannya latihan soal Sesi 1 OSN,kacau dah,wahaha) Dan setelah pelaksanaan olimpiade tingkat wilayah pada tanggal 24 Maret kemarin, unlucky I’m fail!

Well, seharusnya I accept this fail. But, ada beberapa hal janggal yang saya rasakan. Sebelumnya mohon maaf untuk panitia olimpiade komputer wilayah Bandung, ini hanya sebatas opini saya selaku peserta,hehe😀

Oke, saya ceritain dulu deh dari awal. Nah waktu itu H-1 bulan OSK. Di grup fb olimpiade informatika Ka Brian Marshal tiba-tiba ngupload berkas peraturan OSK-OSP 2013. Langsung saja saya upload dan saya pelajari. Untuk persyaratan ya alhamdulillah saya lolos, nilai matematika di rapot tidak dibawah 70, buta warna tidak juga😀, dan masih siswa kelas 10. Untuk pelaksanaan, saya membaca peraturan bahwa masing-masing sekolah mengirimkan perwakilannya sekitar 3 orang untuk OSK. Nah, semacam keuntungan untuk saya mengingat di Bandung ada beberapa sekolah yang alumnusnya banyak yang TOKI (sekolah saya tidak termasuk di salah satunya), saingannya jadi dikitlah. Untuk sistem minus sudah klasik, jadi tidak terlalu kaget. Optimis lah buat OSK nanti.

H-8 Olimpiade Wilayah, dipanggil sama pembina saya buat ngurus suatu seleksi. Saya pikir seleksi ulang tingkat sekolah karena yang lolos seleksi sekolah awal sekitar 7 orang, mungkin diseleksi ulang biar 3 orang bisa lolos buat ikut OSK nanti. Gak taunya seleksinya tingkat wilayah se-Bandung. Yaudah saya bantu bikin form pendaftarannya karena pembina saya lagi sibuk juga ngawas tryout kelas 12. Selesai formnya, dan dikirim ke panitia. Ada beberapa hal yang terlintas di benak saya :

  1. Seleksi ini tujuannya menyaring perwakilan dari masing-masing sekolah menjadi 3 orang/sekolah. Yang menyeleksi ini MGMP Kota Bandung biar fair, kalo yang menyeleksi dari masing-masing sekolah takutnya ada kecurangan.
  2. Ada sistem minus.
  3. Lembar jawaban mengikuti OSK, dengan pulpen dan disilang di Lembar Jawaban Manual, bukan diurek dengan LJK yang rawan akan kesalahan koreksi.

Oke, ketiga hal tadi bisa saya maklumi. Langsung saja ke tanggal 24. Seleksi berlangsung di Universitas Widyatama. Karena saya gak pengen telat, saya datengnya pagi-pagi. Jam 6.30 saya tiba di kampus megah tapi mini tersebut (dan upacaranya dimulai jam 8). Di upacara, seperti biasa sambutan dari panitia dan perwakilan dari UTama. Untuk yang lolos di seleksi ini 80 orang dari 240 orang. Jadi peluangnya 1/3.

Langsung saja ke seleksi. Seleksi dimulai jam 9. Dibacakan peraturannya, ternyata tidak ada sistem minus! Semacam benefit juga buat saya, alhamdulillah. Dan ternyata lembar jawaban menggunakan LJK. Ini hal yang saya takutkan. Karena takutnya urekan saya yang sedikit keluar garis padahal jawaban saya betul. Padahal sejujurnya saya lebih setuju pake lembar jawaban manual karena keakuratan koreksinya tinggi. Soal-soalnya banyak yang mengadop dari OSK tahun sebelumnya.

Langsung saja dikerjakan. Saya pakai sarannya anak TOKI 2013 yang saya tanyain di fb, kerjain soal algoritmika dulu. Dan benar, dengan cepat dan pede soalnya saya kerjakan. Setelah selesai algoritmika, saya lanjut ke soal logika. Untuk logika, susah sih, tapi ada beberapa soal yang sudah pernah saya kerjain jadi tidak terlalu sulit juga. Setelah saya kerjakan dan saya koreksi ulang, akhirnya lembar jawaban saya kumpulkan dengan perasaan berdebar-debar. Hmm, lolos gak ya? Karena lembar jawaban boleh dibawa pulang, akhirnya pas pulang saya koreksi ulang. Untuk algoritmika alhamdulillah hampir semuanya benar. Tetapi untuk logika, little little I can do it. Dan benarlah, hanya 40% yang betul. Karena saya masih mengira bahwa penilaiannya itu diseleksi 3 orang dari masing-masing sekolah, masih ada harapan bahwa saya lolos.

Langsung saja ke tanggal 26 (Penghitungan skornya quick count pake komputer, jujur agak ga setuju juga). Dan ternyata saya tidak lolos. Oke tidak masalah, saya bisa menerimanya. Tetapi ada beberapa hal yang masih saya tidak paham :

  1. Di upacara, disebutkan bahwa peserta yang lolos 80 orang. Tetapi yang disebutkan lolos di website SMAN 4 Bandung cuma 76 orang.
  2. Yang lolos tidak merata, sesuai dugaan saya dan yang paling saya takutkan. Untuk sekolah-sekolah yang langganan TOKI seperti SMAK 1 dan SMA Alloysius yang lolos diatas 3 orang, SMA tetangga saya yang lolos juga sama diatas 3 orang, dan sekolah saya yang lolos hanya 1 orang. (Congrats ya Alif, semoga bisa bawa nama SMAN 5 sampai OSN :D)

Itu sih beberapa hal yang masih saya heran. Jika dihubungkan dengan peraturan OSK dan OSP, (mohon maaf) terlihat tidak fair karena ada beberapa sekolah yang mengirimkan perwakilannya lebih dari 3 orang sedangkan dalam peraturan setiap sekolah mengirimkan perwakilannya 3 orang per bidang lomba untuk OSK nanti.

Hmm, sudahlah. Masih ada tahun depan. Dan lomba ga cuma Olimpiade kok. Masih ada Compfest,BNPC,ITBPC, dan lainnya. Dan yang pastinya, masih ada Olimpiade Informatika Terbuka meskipun peluang dapet medalinya jauh lebih kecil. Tapi, tidak ada yang tidak mungkin. Tidak ada! Kitaaa pastiii bisaaa! (Ngikutin kata di film OKK UI 2012 yang di saya tonton di youtube :D)

Pokoknya saya akan terus mengejar target saya : be TOKI and join IOI. Semoga bisa terwujud,amiin.

Terimakasih, Allah bless you all!🙂

Pelajaran : Saat terkuat justru kita temukan saat kita berada di keadaan terbawah😀

2 thoughts on “Seleksi Olimpiade Wilayah : Fail :)

  1. TL sepi jadi baca ke sini (karena ngefollow sedikit kali ya :D), and btw saya kayaknya ga mungkin lolos dari tingkat kota wkwkwk, satu hal yang harus diperhatikan, soal setiap tahunnya SEMAKIN SULIT. Untuk tingkat wilayah memang diambil dari soal-soal OSK dan OSP tahun sebelumnya (sudah pernah dibahas), tapi untuk OSK 2013 kemarin (pengalaman), soal sekitar 60% adalah soal yang berbeda (terutama logika), kalau algoritma dan pemrograman materinya masih seputar procedure dan function.
    Wah bisa mati sama anak BPK kalau ga salah saya liat ada yang dari TOKInya, saya kira pelatih, tapi katanya kakak kelasnya.😦

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s