“Yah,gagal..” (Cerita 3)

“Kamu mau kemana toh le? Pagi-pagi wis rapi koyo nang undangan.

Tidak kujawab. Aku terus menatap cermin. Rambut, sudah disisir lurus. Baju, sudah rapi dan ini baju terbaik yang ada di lemariku. Celana, sama seperti halnya baju. Ini hari pertamaku jalan berdua sama seseorang, tentunya urusan pakaian harus yang terbaik.

“Bu, aku berangkat dulu ya.”

“Pertanyaan ibu tadi belum dijawab, udah langsung pamit aja, kamu mau kemana?” tanya ibu masih terheran dengan dandananku.

“Main bu, ke rumah temen.”

“Main ke rumah temen kok dandanan’e wis koyo nang undangan?” tanya ibuku, masih terheran dengan pakaianku.

“Hmm entar deh, yaudah ya bu, aku berangkat dulu, assalamu’alaikum!” kataku sambil berlari keluar dari rumah kecilku.

Dari kejauhan ibunya menggeleng-geleng kepala,”Dasar, arek jaman saiki.”

~~~

“Bu, aku mau pergi dulu ya.”

“Kemana kamu dek?”

“Mau lihat-lihat laptop di di Harco, boleh gak?”

“Boleh-boleh aja. Mau dianterin Pak Salim gak?” tanya ibu sambil berbicara tentang supir pribadi di rumahnya.

“Gak usah bu, nanti aku bareng temen naik angkot.” kataku. Tentunya aku tidak akan memberitahu soal Dika.

“Temen yang suka kamu telfonin pas malem-malem ya? haha.” kata ibu sambil tertawa. Darimana ibu tahu itu?

“Udah bu, rahasia deh pokoknya. Yaudah ya aku berangkat dulu ya.”

Aduh, kenapa ibu bisa tahu? gerutuku dalam hati.

~~~

Cuaca pagi panas sekali. Berkali-kali ia mengipas-ngipas dirinya dengan kipas undangan yang ada di dalam tasnya. Di sekeliling ia lihat pepohonan makin banyak yang ditebang. Kasihan ya pohon, 80 tahun sudah tumbuh dan sekarang ditebang hanya dalam waktu 8 menit saja, gumamnya dalam hati.

Dika kemana ya? gerutunya dalam hati. Sudah seperempat jam ia menunggu di depan sekolah.

Tangannya merogoh tas hendak mencari handphonenya. “Lho, kemana hape gue?” katanya dalam hati, panik. Setahu ia, ia menaruh handphonenya di saku belakang celananya kemarin. “Duh, bego banget gue, kenapa naruh di saku belakang? wajar aja jatuh,”

Masih dengan muka cemas, ia terus memikirkan bagaimana caranya menghubungi Dika. Yang jelas handphonenya hilang, titik.

“Ehm, permisi. Maaf sebelumnya ganggu nih.”

Ia menoleh ke samping, tetapi tidak ada seseorang disana.

“Maaf, aku di belakang kamu.”

Ia menoleh ke belakang, mungkin ia perlu mendongak ke atas karena tingginya lebih rendah daripada si orang tersebut.

“Maaf, kamu siapa?” tanya ia kepada pemuda yang memanggilnya.

“Aku Rian, anak sekolah sini, kemarin aku nemu dompet ini, punya kamu bukan?”

“Rian kapten basket kelas 11?  Yang pernah ikut kejuaraan nasional itu?” gumamnya dalam hati. “Mimpi apa nih, hape gue ilang dan yang nemuin kapten basket itu”

“Eh, haloo! kamu bengong? awas kesambet lho” kata Rian membangunkan lamunan.

“Panik ya hapenya hilang? Maaf ya kalo panik. Kemarin aku nemu hape ini di depan sekolah, yaudah aku ambil aja. Daripada diambil orang lain dan gak dibalikin.” kata Rian menjelaskan.

“Oooh iya, gapapa kok gapapa. Justru aku kak yang harus terimakasih karena udah mau balikin hape ini.” kataku salah tingkah. Baik bener nih orang.

Ia lihat lagi orang tersebut. Tinggi, putih, hidung mancung. Mimpi apa aku? Aku tidak sedang bermimpi kan? gumamnya.

“Eh, kamu hari ini lagi kosong gak?” tanyanya.

“Eh, eng enggak sih kak. Kenapa?” jawabnya. Dasar, padahal ia sedang ada janji dengan Dika.

“Aku mau ngajak kamu makan nih, mau gak?” tanyanya menawarkan.

“Oh boleh boleh kak, tapi biar aku bayar sendiri aja kak.”

“Udah gausah, aku aja yang traktir.”

“Wah makasih kak.” katanya senang. Huh, padahal Dika sedang di jalan.

“Yaudah, yuk jalan.”

~~~

Kakinya kelelahan karena berjalan kaki. 2 km ia berjalan menuju sekolah untuk menghemat uang. Akhirnya ia tiba di sekolah.

“Lho, Syifa kemana? Lama banget?!”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s